Sabtu, 14 Agustus 2010

servis centre


Teleplan, mitra Research in Motion (RIM) untuk pusat perbaikan perangkat BlackBerry di Indonesia, mencatat rata-rata ada sekitar seribu unit perangkat rusak yang dikirim ke tempatnya untuk direparasi.

“Sejak kami membuka Repair Center ini 27 Agustus 2009 lalu, sudah ada 9000 unit BlackBerry yang masuk dan kami perbaiki. Jadi sebulannya rata-rata seribu unit,” ungkap Rita Effendi, Program Manager Teleplan untuk RIM, kemarin saat detikINET mengunjungi BlackBerry Repair Center di Sunter, Jakarta Utara.

Seribu unit BlackBerry yang rusak itu dikirim ke Repair Center Teleplan oleh pelanggan operator yang menitipkan perangkatnya di 15 Authorized BlackBerry Customer Care Center (ABCCC) yang ada di Indonesia. Mayoritas ABCCC ada di Jakarta.

Rachel Kooi, PR Manager RIM Asia Pasifik, menjelaskan seiring dengan pertumbuhan pelanggan BlackBerry di Indonesia, pihaknya berinisiatif untuk menambah jumlah ABCCC itu. “Mungkin jumlahnya akan kami tambah dua kali lipat,” ujarnya pada detikINET.

Namun sayang, hanya jumlah pick up point ABCCC saja yang ditambah. Untuk jumlah pusat reparasinya, RIM masih hanya akan mengandalkan tempat Teleplan di Sunter untuk menampung keluhan rusaknya perangkat BlackBerry dari seluruh Indonesia.

“Kami rasa, fasilitas yang ada masih bisa mencukupi semua. Untuk saat ini, repair center bisa menangani seribu unit per bulan dengan lini perbaikan existing, dan shift-nya masih bisa ditambah. Masih ada dua lantai kosong (di gedung Teleplan) yang bisa kami tambahkan additional lines jika permintaannya bertambah,” papar Rachel.

Gedung reparasi Teleplan yang ada di Sunter memiliki empat lantai. Namun dari empat lantai itu, baru satu lantai (di lantai 2) yang sudah berfungsi optimal untuk perbaikan perangkat saat ini. Lantai 1 gedung itu digunakan untuk menerima kunjungan. Sementara lantai 3 dan 4 yang belum difungsikan optimal cuma jadi ruang serbaguna